Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Friday, October 12, 2012

Sidang Sarjana

Sabtu, 08 September 2012 hari dimana menjadi hari tergalau kedua selama kuliah di Universitas Gunadarma. "Emang kenapa kedua? Emang yang pertama hari tergalau apa? Nah yang kedua itu apa?????" Yap, itu adalah hari tergalau kedua setelah sidang PI untuk gelar D3 setara sarjana muda. "Jadi hari tergalau kedua itu apa??" Hahahahaha.. Hari tergalau kedua itu adalah hari dimana gue akan sidang sarjana! Hari penobatan dimana gue akan mendapatkan gelar Sarjana Komputer pada waktu yang tepat 4 tahun atau tidak! Hmm. Hari-hari menjelang hari keramat itu gue bener-bener kesiksa, dari mulai membaca, mempelajari, dan menghafal  bahan materi 3 mata kuliah utama  yang seabrek, waktu tidur yang sebelumnya emang kurang karena gue menderita insomnia pun semakin berkurang karena terlalu banyaknya pikiran tentang hari keramat itu, nafsu makan pun melemah, jadi cepet emosi, dan gejala sakit jiwa mungkin.

Thursday, April 26, 2012

Mr. X

Agustus.. dimana semuanya berawal dari pertemuan yang gak sengaja. Semua tiba-tiba, kebetulan, dan terkesan garing menurut gue :D. Dimana saat itu gue lagi menjalani sebuah kegiatan wajib yang merupakan syarat kelulusan dari kampus gue, kursus. Kampus J2, pertama kali denger aja udah bingung karena gak tau itu kampus ada dimana (untuk seorang mahasiswi tingkat 2 saat itu :D), yang ternyata letaknya gak jauh -jauh amat dari kampus J1 -_-. Gue kursus selama 5 hari di kampus J2 tersebut. Pertama kali masuk, gue bingung lagi sama ruang dalem kampus yang lebih pantes dibilang kosan :(. Dan di dalem pun gue sama temen-temen gue (tetep) bingung karena gak tau dimana ruang tempat kita kursus.

Make A Wish

Pejamkan mata. Jangan pernah berusaha untuk membukanya walau rasa sudah tidak tertahan lagi.
Pikiran menerawang segala. Mencoba menemukan yang ingin diucapkan namun sulit karena terhalang ego yang besar.
Hari ini banyak kisah yang walaupun kecil tapi tetap menyentuh nurani. Kisah yang HANYA bisa dipahami oleh diri sendiri. Tidak ada yang lain. Tidak satupun. Maklum dengan pikiran dan prasangka mereka.
Biarlah. Saat ini pun sendiri.Gelap.Sepi. Sudah layaknya surga. Tidak akan ada yang pernah menyangka.
Pejamkan mata. Jangan pernah berusaha untuk membukanya walau rasa sudah tidak tertahan lagi.
Pikiran menerawang segala. Mencoba menemukan yang ingin diucapkan namun sulit karena terhalang ego yang besar.
Mungkin terpejam selamanya akan lebih baik.

Membahas Ini Selalu Terlihat Menarik

Selalu tertarik dan selalu terlihat menarik untuk pembicaraan tentang membahas dunia yang satu ini. Penasaran, antara percaya dan tidak percaya, selalu begitu jika sudah masuk terlalu dalam kedalam pembahasannya. Pernah suatu hari di tahun 2003, dimana saya baru merasakan bangku sekolah menengah pertama. Sekolah yang bisa dibilang mewah di daerah dimana saya dan keluarga saya tinggal pada lingkungan yang baru. Ya.. pada saat saya pertama kali masuk SMP keluarga saya pindah rumah di daerah Tambun, Bekasi. Tempat yang saat itu masih terasa sepi dan asing sekali buat saya dibandingkan dengan letak rumah kami yang lama yang menurut saya cukup strategis. Mungkin karena ibu saya yang ingin tinggal dekat dengan nenek saya yang memang sebelumnya sudah tinggal di daerah tambun, maka dari itu keluarga kami memutuskan untuk pindah rumah ke daerah tersebut. Dan akhirnya setelah 2 tahun berjalan saya pun mulai menikmati tinggal di lingkungan yang baru ini..

Menangis itu..

“menangislah… bila harus menangis… karena kita semua manusia…”
Salah satu petikan dari lagu dewa diatas pun menjelaskan bahwa menangis itu adalah manusiawi. Mungkin bagi sebagian orang mengartikan bahwa menangis itu adalah pertanda jiwa yang lemah, khususnya untuk para pria. Bagi saya, menangis tidak hanya akan terjadi saat jiwa kita lemah saja. Bahkan dalam suatu moment dimana saya sedang dalam sebuah kebahagiaan besar sehingga sepatah kata pun tidak dapat keluar dari mulut saya karena bahagia yang begitu besar, jalan keluar untuk merayakannya adalah dengan menangis. Dengan begitu perasaan saya pun akan menjadi lebih baik.
Saya pernah membaca sebuah kutipan,
“Menangis adalah tanda bahwa perasaan bermain. Maka dalam cinta, bersyukurlah bila ia menangis sesekali”

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana, ketika mengetahui bahwa kita adalah alasan seseorang untuk tersenyum.
Bahagia itu sederhana, ketika hidup lengkap bersama orang-orang yang kita sayang.
Bahagia itu sederhana, ketika kenyataan berjalan sesuai dengan harapan.
Bahagia itu sederhana, ketika masih dapat membuka mata di pagi hari.
Bahagia itu sederhana, ketika di setiap hela nafas terselip doa dari orang-orang terkasih.
Bahagia itu sederhana, ketika mempunyai sesuatu yang membanggakan dan dapat berguna bagi orang lain.
Bahagia itu sederhana, ketika masih dapat berbagi saat dilanda kemirisan hidup.
Bahagia itu sederhana, ketika tidak ada penyesalan dalam masa lalu.
Bahagia itu sederhana, ketika selalu dapat bersyukur di setiap kesempatan.
Bahagia itu sederhana, ketika perasaan untuk orang yang kita cintai sama besarnya dengan perasaan orang yang mencintai kita.
Bahagia itu sederhana, ketika masih bisa tertawa saat kesedihan mendominasi.
Bahagia itu sederhana, ketika apa yang telah kita lakukan tidak sia-sia.
Bahagia itu sederhana, ketika tidak ada lagi yang menjadi sebuah ketakutan diri.
Bahagia itu sederhana, ketika dapat melakukan yang lebih baik dari yang terduga.
Bahagia itu sederhana, ketika melihat orang yang menyakiti terbalas tersakiti.
:)

Suatu Malam Saat Penat

Dingin, sepi, dan gelap, hanya rintik hujan di luar sana yang menemani raga, saat ini. Terdengar begitu serempak senada seperti tak ada dendam diantara mereka, begitu jelas, hingga aku pun tersadar betapa indah ciptaanNya tersebut yang terkadang dilewati keindahannya bahkan dicerca oleh segelintir insan. Sangat beruntung raga masih dapat merasakan detik-detik indahnya, saat ini, saat sepi dan gelap.

Sebuah pesan dari teman lama yang sangat kurindukan kehadirannya, terlihat kembali, dan sadarlaha aku. Bahagianya raga melihatnya telah mendapatkan kesempurnaan hidup yang didambakan setiap wanita. Terkadang ikhlas pun menjauh, semakin menjauh melihat kenyataan itu, karena rindu yang teramat sangat, begitu mendominasi dan menguasai. Namun pada akhirnya yang baiklah yang selalu menang dan memang itulah seharusnya hidup. Air mata pun tak sanggup terjatuh karena tertahan sang bahagia ketika melihatnya bersanding dengan imam terbaik dalam hidupnya. Bahagianya adalah bahagiaku, teman kecilku. Cukup dengannya dan bahagiaku..

Sebuah kecupan hangat dari luar sana selalu menemani malam ragaku, terima kasih lelakiku. Dan ketika raga tak sanggup lagi untuk berbagi, karena pelupuk mata yang memberat, seketika itu juga suara serempak senada seakan menjauh, dan akhirnya menghilang. Tinggallah dingin, sepi, dan gelap, saat ini sekaligus membelenggu rindu.

Tuesday, October 20, 2009

Ketika..

Pejamkan mata. Jangan pernah berusaha untuk membukanya walau rasa sudah tidak tertahan lagi.
Pikiran menerawang segala. Mencoba menemukan yang ingin diucapkan namun sulit karena terhalang ego yang besar.
Hari ini banyak kisah yang walaupun kecil tapi tetap menyentuh nurani. Kisah yang HANYA bisa dipahami oleh diri sendiri. Tidak ada yang lain. Tidak satupun. Maklum dengan pikiran dan prasangka mereka.
Biarlah. Saat ini pun sendiri.Gelap.Sepi. Sudah layaknya surga. Tidak akan ada yang pernah menyangka.
Pejamkan mata. Jangan pernah berusaha untuk membukanya walau rasa sudah tidak tertahan lagi.
Pikiran menerawang segala. Mencoba menemukan yang ingin diucapkan namun sulit karena terhalang ego yang besar.
Mungkin terpejam selamanya akan lebih baik.

Memori Basi


Tempat tinggal yang itu, walaupun lebih kecil dari yang sekarang, tapi nyaman banget deh beneran.
Setiap pagi nyari buah srikaya, ngarep ada yang mateng gitu. haha..
Naik ke atap rumah buat motong pare (antara buah atau sayur, kurang paham).
Karena kan waktu itu gue punya pohon pare yang lumayan gede lah, dan pohon pare kan menjalar tuh, nah pohonnya sampe ke atap rumah gue gitu deh... Gatau juga kenapa mesti pare yang ditanem, pait gitu abisnya... bokap memang aneh deh.
tapi abis dapet pare lumayan banyak nih, bingung sampe bawah mau diaapain tuh pare. dikasih nyokap buat dimasak, dianya ogah ogahan katanya parenya gak enak.
pengen gue jual ke tukang sayur tapi malu.. namanya juga anak sd, udah gitu gue kan pendiem banget. ntar gue bingung ngomong apa ke tukang sayurnya.
yaudah gue jajarin deh tuh pare pare. gue liatin sambil mikir mesti diapain..
dan datanglah ide cemerlang.. (criiiiiiiiiiiiingg)

Sunday, October 18, 2009

Berawal Dari Sebuah Suara


Tidak pernah mengerti bagaimana rasanya mencintai dan dicintai seseorang.
Pernah mencoba mencintai dan dicintai, tetapi tetap saja tidak pernah mengerti.
Janggal rasanya.
Seakan diri ini belum pantas.
Entah karena belum cukup umur atau karena kebutuhan psikologis lain.
Pernah suatu waktu merasa seakan jiwa ini tidak ditempatkan pada tempatnya.
Ketakutan yang sangat besar saat itu.
Sampai yang lain sudah mendapatkan waktunya.
Sampai saat itu juga hanya saya yang terkecuali.
Lalu kemudian buyar semua ketakutan terdahulu.
Saya sudah mendapatkan waktunya.
Seakan tertimpa sebuah hadiah yang sangat besar.
Terima kasih Tuhan..